Langsung ke konten utama

Acetazolamide

Acetazolamide

Pengertian

Acetazolamide adalah golongan obat yang bekerja dengan cara menghalangi aktivitas enzim karbonat anhidrase agar dapat mengurangi tekanan di area mata pada penderita galukoma. Selain glaukoma, acetazolamide juga direkomendasikan bagi penderita epilepsi dan sebagai diuretik (peningkatan produksi air kencing).

Tentang Acetazolamide

Jenis Obat: Preparat Antiglukoma
Golongan: Obat resep
Manfaat:
  • Mengobati glaukoma sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan glaukoma akut sudut tertutup.
  • Sebagai terapi sebelum operasi pada glaukoma sudut tertutup.
  • Sebagai diuretik.
  • Mengobatan epilepsi.
Dikonsumsi oleh: Anak dan Dewasa.
Bentuk: Tablet

Peringatan

  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, pemakaian acetazolamide hanya diperbolehkan bila ada anjuran dari dokter.
  • Bagi penderita gangguan pada ginjal atau hati, atau memiliki kesulitan buang air kecil hendaknya menginformasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi acetazolamide.
  • Penderita diabetes.
  • Penderita yang memiliki level kalium atau natrium yang rendah atau bagi pasien dengan level keasaman yang tinggi di dalam darah disarankan berkonsultasi kepada dokter mengenai pengguna obat ini.
  • Penderita yang memiliki gangguan pada kelenjar suprarenal atau adrenal seperti pada penyakit Addison.
  • Penderita yang sedang menjalani pengobatan penyakit lain pada waktu bersamaan, termasuk pengobatan herba atau pengobatan pelengkap lainnya.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis saat menggunakan acetazolamide, segera temui dokter.
Dosis Acetazolamide

Selain diberikan berdasarkan kondisi penyakit dan respons tubuh, dosis acetazolamide pada anak juga ditentukan oleh berat badan maupun berubah bagi tiap pasien.

Kondisi: Dosis awal
Pengobatan
Glaukoma sudut terbuka pada dewasa:

  • Dosis dimulai dari 250 mg/hari dalam dosis yang terbagi menjadi 1-4 tablet.

Glaukoma akut sudut tertutup(kongestif) dan sekunder:

  • 250 - 1000 mg per 24 jam. Dosis di atas 250 mg sehari diberikan dalam dosis terbagi.
Glaukoma sekunder dan terapi sebelum operasi:

  • Dosisi dimulai 250 mg tiap 4 jam.
Diuratik untuk gagal jantung kongestif dan edema karena obat:

  • Biasanya dimulai dengan 250-375 mg sekali sehari.
Diuretik untuk ketegangan prahaid:

  • Biasanya 125-375 mg sekali sehari.
Epilepsi:

  • 250-1000 mg per 24 jam dosis terbagi.


Mengonsumsi Acetazolamide Dengan Benar

Acetazolamide diberikan bersamaan dengan makanan dan diknsumsi sesuai anjuran dokter. Jangan mengunyah acetazolamide dalam bentuk kapsul karena dapar menghentikan kerja obat. Usashakan untuk mengonsumsi obat pada waktu yang sama pada tiap harinya agar tidak mudah melewatkan waktu minum obat.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi acetazolamide, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Janggan menggandakan dosis acetazolamide pada jadwal berikutnya untuk menggantikan jadwal yang terlewat.

Tidak disarankan untuk menghentikan konsumsi acetazolamide secara tiba-tiba tanpa seizin dokter. informasikan kepada dokter jika anda mengalami kondisi yang menyerupai ruam pada kulit yang disebabkan oleh obat ini atau akibat dari pengobatan lain agar menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

Efek Samping dan Bahaya Acetazolamide

Sama seperti obat-obatan lain, acetazolamide juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah pusing, mengantuk, kelelahan, mual, dan diare. Anda juga mungkin merasakan kehilangan nafsu makan, dehidrasi, frekuensi buang air kecil yang lebih sering, mengecap rasa logam setelah mengonsumsi oobat, kesemutan, dan wajah memerah.

Sebaiknya hindari menggunakan kendaran ataupun mesin berat setelah mengonsumsi acetazolamide dan mintalah obat pereda rassa sakit yang cocok untuk mengurangi pusing yang mengganggu

Komentar